Selasa, 30 Maret 2010

perubahan bentuk




bentukan yang berubah merupakan atau dapat dipahami sebagai hasil dari perubahan suatu benda..
akibat dimensi atau pengurangan dan penambahan elemen -elemen nya

perubahan bentuk ada 3 macam :
1. perubahan dimens:
2. perubahan dengan pengurangan
3. perubahan dengan penambahan

disini yang di fokuskan adalah perubahan dimensi
di mana perubahan bentuk benda tersebut tetap ingin menunjukan posisi bentuk asli benda tersebut walaupun bangunan tersebut tidak dalam bentukan yang semula akibat dari perubahan

pada bangunan ini sebuah bangunan yang berbentuk kubus,
di ubah bentukan nya sehingga bangunan tersebut terlihst seperti bangunan yang ditumpuk oleh bentukan yang sama untuk memperoleh perubahan bentuk

gambar di ambil dari GOOGLE
artikel dari GOOGLE

penggabungan antar bentuk


1. Penggabungan Vertikal-Integral
Penggabungan Vertikal-Integral disebut juga Integrasi ke Hulu dan Hilir adalah suatu bentuk penggabungan antara perusahaan yang dalam kegiatannya memiliki tahapan produksi berbeda, biasanya menurut urut-urutan produksi atau sebaliknya, misalnya : Perusahaan penghasil bahan baku bergabung dengan produsen pengolah bahan baku, disebut integrasi ke hulu / penggabungan vertikal dan kebalikannya disebut integrasi ke hilir / penggabungan integral.
Tujuan dari penggabungan Vertikal-Integral adalah :
1. Untuk kesinambungan perolehan pasokan bahan baku dengan kuantitas dan kualitas serta harga yang terjamin.
2. Untuk mengendalikan pasar barang jadi dalam hal pasokan, kualitas dan harga.
Intergrasi ke hilir Integrasi ke hulu

2. Penggabungan Horisontal-Paralelisasi
adalah bentuk penggabungan antara dua atau lebih perusahaan yang bekerja pada jalur / tingkat yang sama, misalnya dalam pengolahan bahan baku, dengan tujuan menekan persaingan.
Penggabungan semacam ini juga dapat terjadi antara perusahaan barang/jasa yang menggunakan bahan sejenis.
Tujuan penggabungan Horisontal-Paralelisasi adalah:
1. Mengurangi kelebihan kapasitas
2. Menekan biaya distribusi
3. Memperluas pasar

tulisan dari ANDI BLOG

GAMBAR DARI GOOGLE

Sabtu, 06 Maret 2010

hubungan ruang


B. Hubungan Ruang
Dalam setiap bangunan terdapat banyak ruang yang mempunyai fungsi yang berbeda – beda sesuai dengan keperluannya.Dalam pembagian ruang – ruang tersebut harus diperhatikan aktifias yangbdilakukan dalam masing – masing ruang tersebut.Hubungan ruang ialah hubungan interaksi fungsi suatu ruang dengan ruangan lainnya sesuai dengan kegiatan yang dilakukan yang saling berkaitan.
Contoh :

I. Ruang Dalam Ruang
Ruang dalam ruang ialah dalam suatu ruang terdapat ruang lainnya yang biasanya dibatasi dengan sekat ( triplek, multiplek, gypsum, dll ) dan mempunyai perbedaan fungsi dengan ruang intinya.

II. Ruang Saling Berkaitan.
Yaitu ruang – ruang yang mempunyai kegiatan atau fungsi – fungsi yang mempunyai hubungan dekat dan saling berkaitan.Misalkan dapur dengan kamar mandi ataupun ruang keluarga yang letaknya tidak berjauhan dikarenakan ke – 3 ruang ini salina berkaitan.

II. Ruang Bersebelahan
Yaitu dua ruang yang berdekatan, bersampingan yang dipisahkan atau dibatasi dengan tembok dan biasanya fungsinya sama tetapi digunakan oleh pengguna yang berbeda.

IV. Ruang Yang Dihubungkan Dengan Ruang Bersama.
Yang dimaksud dengan ruang yang dihubungkan dengan ruang bersama ialah ruang – ruang yang bersifat semiprivate ataupun private dihubungan dengan ruang public sebagai jalur akses utama ke semua ruang – ruang tersebut.

sumber dari hardi 91's blog

sirkulasi ruang


1 Sirkulasi Penghubung Ruang :

Sirkulasi: adalah suatu system pengudaraan di dalam suatu bangunan/ruang.

- Melewati ruang : adalah sirkulasi yang dengan system melewati ruang, yaitu pengudaraan masuk dam melewati ruang tersebut.

-Menembus ruang : adalah sirkulasi dengan system menembus ruang, yaitu udara permanent menembus ruang biasanya pada atas kusen – kusen dan pintu – pintu.

-Berakhir dalam ruang : adalah sirkulasi dengan system menembus ruang, yaitu udara memasuki ruang dan udara hanya berputar pada ruang tersebut.

Ventilasi Atap dan Loteng

- ventilasi pada atap dan loteng tertutup berupa ventilasi lis dan (pada atap miring) oleh ventilasi bubungan atap. Area ventilasi minimal 1/300 luas rung yang akan diberi ventilasi, dengan minimal 50% area ventilasi berada disepanjang bubungan atap. Bukan harus dilindungi dari penetrasi hujan, salju dan serangga.

- ventilasi lis atau ventilasi soffit dapat berupa lubang ventilasi menerus atau setrip ventilasi logam yang dipasang pada soffit lis, atau ventilasi sirkular yang dsusun secara pada frieze-boards.

Ventilasi Kolong

- kolong yang tidak dipanasi juga membutuhkan ventilasi. Bukaan memiliki luas minimal 1 – ½ sf(0,14 m2) untuk tiap 25 kaki (7620) dinding tepi. Sebaiknya terdapat paling sedikit satu bukaan untuk tiap sisi kolong, ditempatkan setinggi mungkin atau didekat sudut untuk ventilasi silang. Bukaan harus terlindungi dari serangga dengan lapisan sarinagan kawat.

didapat dari google
di architecture blog